KETIKA KEMATIAN SULIT DITERIMA:

TEOLOGI KEMATIAN SEBAGAI RUANG PENGHARAPAN DALAM DUKACITA

Penulis

  • Melia Sanny Kencana Bako Sekolah Tinggi Bibelvrow HKBP
  • Dian Retno Sihombing Sekolah Tinggi Bibelvrow HKBP

Kata Kunci:

Kematian, Iman Kristen, Teologi, Dukacita, Pengharapan

Abstrak

Kematian merupakan realitas universal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan sering kali menimbulkan dukacita serta pergumulan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kematian dalam perspektif teologis Kristen serta memahami dukacita sebagai ruang pengharapan dan pertumbuhan iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai sumber teologi sistematika, biblika, dan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iman Kristen, kematian tidak hanya dipahami sebagai akibat dosa, tetapi juga sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kematian mengalami transformasi makna
dari akhir yang menakutkan menjadi jalan menuju kehidupan kekal. Dukacita yang menyertai kematian dapat menjadi krisis iman, tetapi sekaligus menjadi sarana pemurnian dan pendewasaan iman. Dengan demikian, pengharapan Kristen tidak menghapus penderitaan, tetapi memberikan perspektif baru dalam memaknainya. Teologi kematian menegaskan bahwa Allah tetap hadir dan bekerja di tengah dukacita serta membuka ruang bagi pengharapan yang sejati dalam kehidupan orang percaya.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-11